Jumat, 04 Desember 2015

PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI SESUAI TUMBUH KEMBANG



PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI

Kebutuhan oksigenisasi merupakan yang digunakan untuk metabolism sel tubuh, mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ dan sel.

1.      ANATOMI DAN FISIOLOGI KARDIOVASKULER
Kardiovaskuler: Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh.

ANATOMI JANTUNG
ž  Jantung berbentuk seperti pir/kerucut seperti piramida terbalik
1.      (superior-posterior:Costa -II) berada di atas disebut basis
2.      Apeks ( anterior-inferior ICS – V mid clavikula) bawah.
3.      Pada basis jantung terdapat aorta, batang nadi paru, pembuluh balik atas dan bawah.
ž  Jantung sebagai pusat system kardiovaskuler terletak di sebelah rongga dada (cavum thoraks).
ž  Berat pada orang dewasa sekitar 250-350 gram.
ž  Hubungan jantung dengan alat sekitarnya yaitu:
a) Dinding depan berhubungan dengan sternum dan kartilago kostalis setinggi kosta III-I.
b) Samping berhubungan dengan paru dan fasies mediastilais.
c) Atas setinggi torakal IV dan servikal II berhubungan dengan aorta pulmonalis, brongkus dekstra dan bronkus sinistra.
d) Belakang alat-alat mediastinum posterior, esophagus, aorta desendes, vena azigos, dan kolumna vetebrata torakalis.
e) Bagian bawah berhubungan dengan diafragma

Factor yang mempengaruhi kedudukan jantung
a. Umur: Pada usia lanjut, alat-alat dalam rongga toraks termasuk jantung agak turun kebawah
b. Bentuk rongga dada: Perubahan bentuk tora yang menetap (TBC) menahan batas jantung menurun sehingga pada asma toraks melebar dan membulat
c. Letak diafragma: Jika terjadi penekanan diafragma keatas akan mendorong bagian bawah jantung ke atas
d. Perubahan posisi tubuh: proyeksi jantung normal di pengaruhi oleh posisi tubuh.

Bagian – bagian pelindung jantung :

1.      Luar/epicardium
Berfungsi sebagai pelindung jantung atau merupakan kantong pembungkus jantung yang terletak di mediastinum minus dan di belakang korpus sterni dan rawan iga II- IV. Terdiri dari 2 lapisan fibrosa dan serosa yaitu lapisan parietal dan viseral. Diantara dua lapisan jantung ini terdapat lendir sebagai pelicin untuk menjaga agar gesekan pericardium tidak mengganggu jantung.

2.      Tengah/ miokardium
Lapisan otot jantung yang menerima darah dari arteri koronaria.
Susunan miokardium yaitu:
i.    Otot atria: Sangat tipis dan kurang teratur, disusun oleh dua lapisan. Lapisan dalam mencakup serabut-serabut berbentuk lingkaran dan lapisan luar mencakup kedua atria.
ii.   Otot ventrikuler: membentuk bilik jantung dimulai dari cincin antrioventikuler sampai ke apeks jantung.
iii. Otot atrioventrikuler: Dinding pemisah antara serambi dan bilik(atrium dan ventrikel).
3.      Dalam / Endokardium
Dinding dalam atrium yang diliputi oleh membrane yang mengkilat yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lender.

RUANG-RUANG JANTUNG
Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 berdinding tipis disebut atrium(serambi) dan 2 berdinding tebal disebut ventrikel (bilik).
1.      Atrium
a) Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan melalui katub  dan selanjutnya ke paru.
b) Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katub dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta.
Kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium.
2.      Ventrikel
a) Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru melalui arteri pulmonalis.
b) Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui aorta.
Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.

SISTEM KONDUKSI JANTUNG
1. SA node: Tumpukan jaringan neuromuscular yang kecil berada didalam dinding atrium kanan di ujung Krista terminalis.
2. AV node: Susunannya sama dengan SA node berada di dalam septum atrium dekat muara sinus koronari.
3. Bundle atrioventrikuler: dari bundle AV berjalan ke arah depan pada tepi posterior dan tepi bawah pars membranasea septum interventrikulare.
4. Serabut penghubung terminal(purkinje): Anyaman yang berada pada endokardium menyebar pada kedua ventrikel.

SIKLUS JANTUNG
ž  Empat pompa yang terpisah yaitu: dua pompa primer atrium dan dua pompa tenaga ventrikel. Periode akhir kontraksi jantung sampai kontraksi berikutnya disebut siklus jantung. Dengan implus 60 – 80 x/menit.
ž  Fungsi jantung adalah sebagai pompa darah, nutrisi dan oksigen

PERIODE PEKERJAAN JANGTUNG
1. Periode systole
2. Periode diastole
3. Periode istirahat

     BUNYI JANTUNG
1. Bunyi pertama: lup
2. Bunyi kedua : Dup
3. Bunyi ketiga: lemah dan rendah 1/3 jalan diastolic individu muda
4. Bunyi keempat: kadang-kadang dapat didengar segera sebelum bunyi pertama.

2.      ANATOMI DAN FISIOLOGI PERNAFASAN
ž  Pernafasan (respirasi): adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung (oksigen) ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung CO2(karbondioksida) sebagai sisa metabolisme.
ž  Penghisapan udara ini disebut inspirasi.
ž  mengembuskan udara disebut ekspirasi.
ž  Pernafasan di bagi menjadi 2 jenis
1.      Pernafasan dada
2.      Pernafasan perut
ž  Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4500 cc.
ž  Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.

ANATOMI SISTEM PERNAFASAN

 
Sistem pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan paru- paru beserta pembungkusnya ( pleura) dan rongga dada yang melindunginya.

Hidung = Naso = Nasal
ž  Merupakan saluran udara yang pertama, mempunyai dua lubang(cavum nasi), dipisahkan oleh sekat hidung (septum nasi).
ž  Didalam terdapat bulu-bulu(silia) yang berguna untuk menyaring udara, debu dan kotoran-kotoran yang masuk kedalam lubang hidung.
  1. Bagian luar dinding terdiri dari kulit
  2. Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan.
  3. Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir(mukosa) yang berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung (konka nasalis),
Fungsi hidung, terdiri dari
  1. Bekerja sebagai saluran udara pernafasan
  2. Sebagai penyaring udara pernafasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung(silia)
  3. Dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa
  4. Membunuh kuman-kuman yang masuk, bersama-sama udara pernafasan oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lendir (mukosa) atau hidung.

Faring=Tekak
ž  Merupakan tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan.
ž  Ke bawah terdapat dua lubang, ke depan lubang laring, ke belakang lubang esofagus.
ž  Di sebelah belakang terdapat epiglotis( empang tenggorok) yang berfungsi menutup laring pada waktu menelan makanan.
ž  Rongga tekak dibagi dalam 3 bagian:
  1. Bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan koana yang disebut nasofaring.
  2. Bagian tengah yang sama tingginya dengan istmus fausium disebut orofaring
  3. Bagian bawah sekali dinamakan laringgofaring. 

Pangkal Tenggorokan(Laring)
ž  Merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak di depan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea dibawahnya.
ž  Pangkal tenggorokan itu dapat ditutup oleh sebuah empang tenggorok yang disebut epiglotis, yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berfungsi pada waktu kita menelan makanan menutupi laring.
Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain:
  1. Kartilago tiroid (1 buah) depan jakun sangat jelas terlihat pada pria.
  2. Kartilago ariteanoid (2 buah) yang berbentuk beker
  3. Kartilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin
  4. Kartilago epiglotis (1 buah).

Batang Tenggorokan (Trakea)
ž  Merupakan lanjutan dari laring yang terbentuk oleh 16-20 cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda.
ž  Sebelah dalam diliputi oleh selaput lendir yang berbulu getar yang disebut sel bersilia,hanya bergerak kearah luar. 
ž  Panjang trakea 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos.
ž  Sel-sel bersilia gunanya untuk mengeluarkan benda-benda asing yang masuk bersama-sama dengan udara pernafasan. Yang memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina.

Cabang Tenggorokan ( Bronkus)
ž  Bronkus terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri, bronkus kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 lobus).
ž  bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental.
ž   Bronkiolus
Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus. Bronkiolus mengandung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan nafas.
ž  Bronkiolus terminalis
Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis( yang mempunyai kelenjar lendir dan silia)
ž  Bronkiolus respiratori
Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respirstori. Bronkiolus respiratori dianggap jalan udara pertukaran gas.
ž  Duktus alveolar dan sakus alveolar
Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar. Dan kemudian menjadi alvioli
.
Pleura
ž  Merupakan lapisan tipisyang mengandung kolagen dan jaringan elastis. Terbagi menjadi 2:
  1. Pleura perietalis yaitu yang melapisi rongga dada
  2. Pleura viseralis yaitu yang menyelubungi setiap paru-paru.

PROSES OKSIGENASI
Proses oksigenasi  terdiri dari 3 bagian, yaitu :
1. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya.
Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Pada inspirasi, dada ,mengembang, diafragma turun dan volume paru bertambah. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi :
a. Tekanan udara atmosfir
b. Jalan nafas yang bersih
c. Pengembangan paru yang adekuat

2. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru.
Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat, membran ini kadang disebut membran respirasi.
Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg.
Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi :
a. Luas permukaan paru
b. Tebal membran respirasi
c. Jumlah darah
d. Keadaan/jumlah kapiler darah
e. Afinitas
f. Waktu adanya udara di alveoli

3. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler.
Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi :
a. Curah jantung (cardiac Output / CO)
b. Jumlah sel darah merah
c. Hematokrit darah
d. Latihan (exercise)

TANDA DAN GEJALA GANGGUAN OKSIGENASI
Tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada gangguan oksigen yang sering terjadi yaitu hipoxia.
a.      Tanda-tanda hipoxia dini:
1)      Nadi meningkat
2)      Nafas cepat dan dalam
3)      Cyanosis
4)      Lelah dan berkunang – kunang
5)      Distraksi interkosta dan substernal

b.      Tanda-tanda hipoxia berat
1)      Nadi lambat
2)      Sistolik
3)      Dyspnea
4)      Batuk
5)      Hemolysis
c.      Tanda-tanda hipoxia Kronis
1)      Fatique
2)      Letharge


PROSES KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI

A.    Pengertian
Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.
B.     Faktor-faktor yang mempengaruhi Oksigen
a.       Proses pentilasi
1)      Oksigen atmosfer yang adequate
2)      Jalan nafas yang bersih
3)      Regulasi nafas
b.      Proses difusi
1)      Ketebalan membran alveoli dan kapiler
2)      Permukaan membrane
3)      Koofisien divusi gas
4)      Tekanan keluar gas
c.       Proses transport gas
1)      Jumlah eritrosit
2)      Cardiac output
3)      Hematokrit darah

C.    Etiologi
Gangguan oksigen dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: Respirasi dan sirkulasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi sirkulasi antara lain:
a.       Ketinggian
b.      Lingkungan
c.       Emosi
d.      Latihan
e.       Status kesehatan
f.       Gaya hidup
Status respirasi dapat digambarkan melalui:
a.       Pola nafas: Kecepatan, volume, irama dan kesulitan nafas
1)      Kecepatan
* Eupnea         : kecepatan teratur, normal dan mudah, tergantung pada usia.
* Tacypnea      : nafas cepat dan dangkal
* Bradipnea     : nafas lambat
* Apnea           : nafas terhenti
2)      Volume
- Hiper Pentilasi : peningkatan jumlah udara yang ditandai dengan nafas panjang dan dalam.
- Hipo pentilasi   : pemenuhan jumlah udara didalam paru yang ditandai dengan nafas dangkal.
3)      Kesulitan bernapas
@ Dyspnea    : napas sangat sulit dan klien tampak tidak puas bernapas dan stress.
@ Orthropnea : mampu bernapas hanya dalam posisi duduk/berdiri.
b.      Suara nafas
c.       Pergerakan nafas
d.      Sekresi dan batuk

Status respirasi digambarkan melalui:
·         Hate/nadi
·         Tekanan darah
·         Oksigenasi
D.    Kebutuhan Oksigenasi
Oksigenasi dalam tubuh dapat diukur menurut keperluan manusia sangat membutuhkan oksigen dalam hidupnya, kalau tidak mendapatkan selama 4 menit akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat diperbaiki dan bisa  menimbulkan kacau pikiran (anorexia). Serebralis bila oksigen tidak mencukupi maka warna darah merahnya hilang berganti kebiru-biruan, misalnya pada bibir, telinga dan kaki yang disebut dengan sianosis.

E.     Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada gangguan oksigen yang sering terjadi yaitu hipoxia.
a.       Tanda-tanda hipoxia dini:
1.      Nadi meningkat
2.      Nafas cepat dan dalam
3.      Cyanosis
4.      Lelah dan berkunang – kunang
5.      Distraksi interkosta dan substernal

b.      Tanda-tanda hipoxia berat
1.      Nadi lambat
2.      Sistolik
3.      Dyspnea
4.      Batuk
5.      Hemolysis

c.       Tanda-tanda hipoxia Kronis
1.      Fatique
2.      Letharge

F.     Penatalaksanaan medis
Prinsip penatalaksanaan medis menghilangkan edema bronkus hipersekresi, bronkopasme dan imbalans perfusi jaringan paru-paru, tindakan preventif juga penting pada pengobatan, misal menjauhkan bahan-bahan yang menjadi alergen pada asma atopik antara lain menyingkirkan binatang piaraan, seperti anjing, kucing, burung, ayam.

Penatalaksanaan selanjutnya adalah:
a.       Pengobatan dengan obat-obatan
b.      Tindakan yang spesifik yang dilakukan pada penderita
c.       Tindakan yang spesifik yang tergantung bentuk penyakitnya, dan
d.      Pemberian oksigen 2.5-3 liter/menit.


ASUHAN KEPERAWATAN OKSIGENASI
1.      Pengkajian
a.      Kaji tanda-tanda vital, RR, TD, N, suhu
b.      Kaji factor yang mempengaruhi fungsi pernapasan dan sirkulasi
c.      Kaji thorak paru dan jantung klien (kondisinya)
d.      Kaji tanda- tanda kronis lannya.

2.      Diagnosa Keperawatan
a.      Gangguan pemenuhan 02 b/d infeksi pada jaringan nafas
b.      Gangguan pola nafas b/d tidak efektifnya jalan nafas
c.      Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d peningkatan produki secret.
d.      Gangguan pertukaran gas b/d ketidak seimbangan ventilasi perfusi
e.      Gangguan perfusi jaringan b/d penurunan aliran darah atau suplay 02 yang tidak adequate

3.      Intervensi Keperawatan
a.       Posisi Ventilasi yang adequate dapat dipertahankan dengan cara, posisi:
1.      Beri posisi yang nyaman sehingga expansi paru maximal
2.      Rubah posisi untuk posisi bedrest
3.      Ambulasi
4.      Beri rasa nyaman
b.      Nafas dalam dan batuk efektif .
-          Anjurkan klien nafas dalam dan batuk efektif untuk membersihkan jalan nafas dan ambulasi < penumpukan > secret.
c.       Hidrasi yang adekuat.
-          Hidrasi yang adekuat dapat membantu  memberikan kelembaban pada saluran nafas.
d.      Memberikan lingkungan yang sehat.
-          Hindari ruang yang sesak , penuh asap rokok dll.
e.       Postural drainage.
-     Adalah penggunaan posisi tertentu untuk mengeluarkan secret/sputum yang ada didalam paru.
f.       Fisiotherapi dada
-     terdiri dari clopping dan vibrasi
g.      Therapy oksigen
-          therapy oksigen diberikan  pada orang yang mengalami hyposemik  diberikan melalaui  instruksi dokter ,jika darurat perawat dapat berinisiatif sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar